Asyiknya Magang
MINGGU ke-1
Assalamu’alaikum wr.wb
Namaku Jeffta Naufal
Kurnia, aku sering dipanggil Jeffta. Aku adalah salah satu siswa SMK Negeri 1
Bantul yang magang di Puspadanta, alamat rumahku di Dusun Nambangan Rt-03, Desa
Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul. Aku putra sulung dari 3 bersaudara. Aku
memilih Puspadanta sebagai tempat magang atau praktek kerja industri tak lain
untuk memperdalam ilmu Multimedia, insyaallah multimedia adalah jurusan yang
tepat untukku. Ketertarikanku pada Multimedia tak lain karena, peluang usaha
yang sangat besar.
Disini aku akan
menceritakan pengalaman ku di Puspadanta selama 4 minggu di awal Praktek Kerja
Industri ini.
Senin, 2 Maret 2015,
hari pertama dimana aku melaksanakan program SMK, yaitu Prakerin ( Praktek
Kerja Industri ). Waktu itu aku berangkat bersama teman SMK ku, Andrey Beni
Wibowo. Dan tiba pukul 6 : 30 , ternyata semua pintu di Puspadanta masih
tertutup rapat. Tapi saat itu, tidak hanya aku dan Andrey saja yang menunggu
didepan pintu Puspadanta. Segerombol perempuan dengan seragam putih abu-abu
berlabel SMK N 1 Klaten juga sudah
menunggu di depan pintu. Pemandangan seperti ini memang sering terjadi diawal
masuk magang, masuk sekolah baru, ataupun yang lainya.
Jam menunjuk pukul 7
tepat, pintu pun dibuka. Semua bergegas masuk dan saling berkenalan. Perkenalan
itu membuka pintu kedekatan dan keharmonisan selama kita magang di sini. Karena
magang tidak akan terasa nyaman jika tidak saling mengenal dan tak ada rasa
kekeluargaan di dalamnya. SMK N 1 Bantul dan SMK N 1 Klaten berubah menjadi
satu nama, yaitu Puspadanta.
Pertama, kegiatan
magang yang aku lakukan bersama teman teman lainya adalah perkenalan dengan
Pimpinan tempat magang ku ini, yaitu Bapak Ali Handoko yang akrab dipanggil Ali
Masrum. Kita semua diperkenalkan secara mendalam apa itu Puspadanta dan
kegiatan apa saja yang harus dilaksanakan. Setelah itu kita diminta
memperkenalkan diri masing – masing didepan kelas, kaharmonisanpun sudah mulai
terasa di kegiatan ini.
Setelah selesai
perkenalan, waktupun tidak dibiarkan sia-sia, semua langsung diberi tugas
narasi. Setelah itu olah vokal, suara kita diajarkan mengatur suara untuk
membaca narasi sebuah berita di Televisi. Lalu dilanjutkan presentasi narasi
yang telah dibuat tadi. Hari pertamapun dikhiri dengan pemberian tugas untuk
membuat 2 narasi dan besoknya wajib dikumpul. Kedisiplinan juga mulai diuji
selama magang di Puspadanta ini.
Hari kedua, Selasa 3
Maret 2015. Aku mengumpulkan tugas narasi yang sudah susah payah aku kerjakan
semalam. Aku kira sudah sempurna, ternyata kata Bunda Eny kedua narasiku belum
sesuai dengan standar, jadi mengulang lagi deh. Memang perlu pembiasaan untuk
menjadi sempurna, dan kesalahanpun pasti tak terkelakkan. Memang tugas yang
terus menerus seperti ini lama kelamaan akan membentuk diriku menjadi sempurna,
khususnya dalam mengolah kata untuk narasi suatu berita televisi.
Setelah menilaikan
narasi yang aku buat, semua disuruh untuk menjadi penonton Stand Up Comedy dari
SMK N 1 Purwokerto, dan SMK N 1 Gondang. Lucu serta bingung, bisa nggak ya aku berStandup
seperti demikian, tentu bisa kalaupun tak bisa harus bisa karena SMK pasti bisa.
Setelah menonton, aku
mendapat kabar baik. Waktu itu jam 10, aku berhasil lulus 1 narasi, yang
bertema “Wisata”. Lega dan puas belum terasa, karena itu bukan hasil yang
maksimal. Tapi rasa syukur tak henti-hentinya kuucapkan jika salah satu tugasku
telah lulus.
Setelah selesai
membenahi narasi, semua berkumpul dan diberi arahan tentang materi selanjutnya.
Kali ini aku dan teman-teman lainya, berdekatan oleh pembimbing dan mentor di
Puspadanta yaitu Mas Tiyas Susanto dan Mas Ikang. Mas Ikan langsung memberi
arahan dan materi tentang orientasi untuk menjadi kameramen yang handal.
Kitapun diberi tugas yang aku kira mudah, yaitu 20 angle.
Tugas kali ini lebih
jelasnya yaitu, kita dituntut untuk mengambil video berdurasi 10 detik tanpa
getaran dan goyangan sedikitpun menggunakan handycam. Anglenyapun tak boleh
sembarangan, fokus suatu benda atau yang lainya harus diperhatikan. Apalagi
harus ada 3 shoot yaitu, Long Shoot, Medium, dan Close Up.
Mas Ikang lalu
mengutarakan aturan yang berjalan dalam tugas kali ini, jumlah video yang tidak
lulus akan dikali 2. Ia juga mengatur pemakaian 3 handycam yang telah
disediakan pihak Puspadanta untuk memfasilitasi tugas ini. Setiap siswa siswi
harus memilih satu tempat yang berbeda satu sama lain untuk di ambil gambarnya.
Jadi koordianasi antar siswa siswi harus terjalin dengan baik, kalau tidak
Ctrl+A delete pun akan menjadi hasil dalam tugas ini. Dan jam 15:00 semua juga
harus sudah siap untuk dinilaikan.
Karena kebetulan jumlah
siswa yang magang saat itu 18 orang, pembagianpun menjadi mudah. Siswi SMK N 1
Klaten dibagi menjadi 2 kelompok, dan siswa siswi SMK N 1 Bantul menjadi 1
kelompok.
Dalam tugas ini, aku
bersama 5 teman SMK ku, Andrey, Ibnu, Astuti, Asni, dan Farida saling
mengkoordinasi seperti apa yang telah dijelaskan Mas Ikang. Setelah itu kami
semua langsung mengkonfirmasi hasil koordinasi kepada kelompok lainya tentang
tempat yang akan di ambil gambarnya.Setelah sudah fix dan tidak ada kesamaan
tema tempat yang diambil. Aku beserta kelompokku langsung mengambil handycam
lalu bergegas hunting video.
Aku kali ini memilih
Masjid sebagai temaku. Mulai ku lihat angle, fokus, dan shoot yang kan ku
ambil. Nah rasa kesulitanpun muncul, getaran tak henti-hentinya menggoyangkan
tanganku. Aku hanya bisa berusaha dan pasrah. Ternyata, tugas ini tidak semudah
membalikkan tangan. 4 jam berlalu, semua kelompok berkumpul dan bersiap untuk
menilaikan hasil hunting. Dan hasilnya tidak ada siswa siswi yang lulus dalam
tugas ini. Kegagalanpun aku anggap sebagai pembelajaran, pengulangan ini menjadi
kesempatanku dan teman-teman lainya untuk belajar lebih banyak untuk mengambil
gambar yang sempurna walaupun hanya menggunakan handycam.
Selama 3 hari, aku
berburu gambar demi lulusnya tugas 20 angle.. Dan akhirnya, di hari Sabtu 7
Maret 2015 akupun lulus. Bukan sekedar tugas, karena dalam tugas kali ini aku
mendapat ilmu pengalaman yang sangat berharga. Dihari ini juga, aku langsung
diajak untuk meliput pentas Seni Teater sama Mas Tiyas di Taman Budaya
Yogyakarta. Alhamdulillah, liputan pertamaku ini berjalan lancar, dapat pengalaman
deh. Nonton teater gratis sambil praktek langsung mengambil gambar.
Jeffta, bahasa yang kamu gunakan itu lho..
BalasHapusmmmm,,,,lumayan siy....TAPI........
BalasHapussetidaknya tulisanmu sudah lumayan .
BalasHapusAku sihh Oke. tapi yaaaa gimana yaaa ..
BalasHapusCerita mu lumayan menarik
BalasHapuswalaupun terlalu panjang ,setidaknya good
BalasHapus